Sabtu, 13 April 2024

Komisi Sekuritas dan Berjangka (SFC) Hong Kong telah mengumumkan bahwa mereka sekarang akan mengungkapkan secara publik nama-nama perusahaan yang ingin mendirikan platform perdagangan mata uang kripto di wilayah tersebut. Julia Leung Fung-yee, Chief Executive Officer SFC, mengindikasikan bahwa publikasi informasi tersebut bertujuan untuk mengurangi kekhawatiran di kalangan komunitas investasi, khususnya setelah krisis Jpex baru-baru ini.

Meredakan Kekhawatiran di Kalangan Pengguna Cryptocurrency Hong Kong

Keputusan Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong untuk mempublikasikan nama-nama entitas yang tertarik mengoperasikan platform perdagangan mata uang kripto yang dirancang untuk konsumen regional merupakan perubahan kebijakan. Julia Leung Fung-yee, CEO SFC, menyatakan bahwa inisiatif ini dilakukan untuk meredakan kekhawatiran masyarakat.

Sebuah artikel baru-baru ini di South China Morning Post menyatakan bahwa langkah ini menandakan perbedaan besar dari kebijakan SFC sebelumnya yang menyembunyikan nama pelamar. Perubahan kebijakan ini diumumkan tak lama setelah Jpex, bursa mata uang kripto, harus menghentikan aktivitas perdagangannya.

Pada saat itu, laporan berita oleh CryptokenTop.com menyoroti bahwa penghentian perdagangan Jpex diikuti oleh beberapa penangkapan dan peningkatan pengawasan terhadap sektor cryptocurrency di wilayah tersebut. Pernyataan selanjutnya dari SFC menekankan bahwa insiden Jpex menggarisbawahi perlunya regulasi ketat pada platform perdagangan mata uang kripto.

Pentingnya Penyebaran Informasi kepada Investor

SFC juga menguraikan pentingnya menyebarkan informasi penting kepada investor mata uang kripto melalui daftar peringatan, pengumuman peringatan, dan upaya pendidikan. Komisi lebih lanjut mencatat:

SFC sedang berdiskusi dengan lembaga penegak hukum untuk membentuk saluran khusus untuk pertukaran informasi mengenai aktivitas mencurigakan dan pelanggaran oleh Platform Perdagangan Aset Virtual (VATPs), dengan tujuan untuk menyelidiki kasus Jpex secara menyeluruh dan memastikan tindakan hukum terhadap pelakunya.

Saat mengomentari kebijakan baru yang mengungkapkan nama pelamar, CEO Julia Leung Fung-yee mengklarifikasi bahwa penyertaan dalam daftar tidak berarti kepatuhan terhadap peraturan. Menurut situs resmi SFC, hanya dua perusahaan—OSL Digital Securities dan Hash Blockchain—yang saat ini memiliki lisensi untuk mengoperasikan platform perdagangan mata uang kripto. Empat organisasi lainnya—HKVAX, Hkbitex, Hong Kong BGE Limited, dan Victory Fintech Company Limited—telah mengajukan permohonan untuk lisensi yang sama.

Untuk wawasan atau pendapat lebih lanjut tentang cerita ini, silakan bagikan pemikiran Anda di bagian komentar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong

Apa kebijakan baru yang diumumkan oleh Komisi Sekuritas dan Berjangka (SFC) Hong Kong?

Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong telah mengumumkan bahwa mereka sekarang akan mengungkapkan secara publik nama-nama perusahaan yang mengajukan izin untuk mengoperasikan platform perdagangan mata uang kripto di wilayah tersebut.

Mengapa SFC memutuskan untuk menerapkan kebijakan baru ini?

SFC bertujuan untuk meredakan kekhawatiran di kalangan komunitas investasi, khususnya setelah gejolak baru-baru ini yang disebabkan oleh insiden Jpex. Keterbukaan publik dirancang untuk menghadirkan transparansi dan menanamkan rasa percaya di kalangan investor.

Apakah dengan terdaftar berarti perusahaan tersebut mematuhi peraturan?

Tidak, terdaftar tidak berarti mematuhi persyaratan peraturan. Julia Leung Fung-yee, CEO SFC, secara eksplisit menyatakan bahwa penyertaan dalam daftar tersebut tidak berarti kepatuhan terhadap peraturan.

Perusahaan apa saja yang saat ini dilisensi oleh SFC untuk beroperasi sebagai platform kripto?

Menurut situs resmi SFC, hanya OSL Digital Securities dan Hash Blockchain yang saat ini memiliki lisensi untuk beroperasi sebagai platform perdagangan mata uang kripto.

Berapa banyak perusahaan lain yang mengajukan izin yang sama?

Empat entitas lain telah mengajukan permohonan untuk menerima lisensi yang sama untuk mengoperasikan platform perdagangan mata uang kripto. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah HKVAX, Hkbitex, Hong Kong BGE Limited, dan Victory Fintech Company Limited.

Apa yang ingin dilakukan SFC terkait insiden Jpex?

SFC sedang berdiskusi dengan lembaga penegak hukum untuk membentuk saluran khusus untuk bertukar informasi tentang aktivitas mencurigakan dan pelanggaran oleh Platform Perdagangan Aset Virtual (VATPs). Tujuannya adalah mengusut tuntas kasus Jpex dan memastikan tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Akankah SFC juga menyebarkan bentuk informasi lain kepada pengguna kripto?

Ya, SFC juga berencana untuk terus menyebarkan informasi penting kepada investor mata uang kripto melalui daftar peringatan, pengumuman peringatan, dan inisiatif pendidikan untuk membantu mereka memahami risiko yang terkait dengan aset kripto.

Lebih lanjut tentang Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong

Buletin

Berlangganan Newsletter saya untuk posting blog baru, tips & foto baru. Mari tetap update!

Tinggalkan komentar

* Dengan menggunakan formulir ini, Anda setuju dengan penyimpanan dan penanganan data Anda oleh situs web ini.

Ikuti kami

CryptokenTop

CrypTokenTop adalah situs web yang didedikasikan untuk menyediakan informasi dan analisis komprehensif tentang dunia cryptocurrency. Kami membahas topik seperti Bitcoin, Ethereum, NFT, ICO, dan topik crypto populer lainnya. Misi kami adalah membantu orang mempelajari lebih lanjut tentang ruang crypto dan membuat keputusan berdasarkan informasi tentang investasi mereka. Kami menyediakan artikel mendalam, analisis, dan ulasan untuk pemula dan pengguna berpengalaman, sehingga semua orang dapat memanfaatkan dunia cryptocurrency yang terus berkembang.

© 2023 Semua Hak Dilindungi Undang-Undang. CryptokenTop

id_IDBahasa Indonesia